MENGAMATI KEGIATAN PPDB SD DAN SMA DI SLEMAN SAAT PANDEMI

Pendaftaran untuk mendapatkan sekolah yang dipilih oleh orang tua bagi anak – anaknya di era sekarang bisa dibilang gampang -gampang susah. Bagi orangtua calon siswa yang sudah melek teknologi informasi mungkin masih bisa mengatasi kendala ataupun kesulitan cukup dengan menggunakan gadget (baca : gajet). Tetapi bagi orang tua yang belum melek teknologi dijamin akan kalang kabut dan tanya kesana dan kesini, itupun bagi yang mengalami kegundahan agar anaknya dapat mengenyam pendidikan di sekolah yang diinginkan oleh anak-anaknya. Bagi yang pasif pasti akan pasrah dan terkesan nanti akan datang ke sekolah secara langsung, atau memilih belakangan mendaftarnya. Orangtua mulai tampak bingung ketika mendaftar harus mengambil Token dengan segala persyaratannya untuk masuk sekolah ke jenjang SMP dan SMA/SMK. Bersyukur ada guru-guru yang berkenan membanu orangtua murid untuk memandu mendaftarkan sekolah anaknya ke jenjang SMP seperti yang dilakukan oleh guru-guru SDN Gentan, Sinduharjo, Ngaglik masing -masing tampak membantu siswa yang lulus klas VI mendaftar ke SMP terdekat sesuai zona masing-masing.
Lain halnya PPDB di SMA, orang tua maupun calon siswa bisa secara bergantian menggunakan fasilitas komputer untuk melihat proses pendaftaran, dan bagi mereka yang masih membutuhkan panduan juga difasilitasi untuk masuk ke ruang komputer sekolah dan disediakan pemandu yang siyap membantu dan memandu mereka. Aturan main dan prokes dan alur proses tampak dengan baik disiapkan oleh sekolah. Namun begitu masih ada juga yang harus ditegur dan diarahkan oleh satpam karena mungkin belum memahami aturan main bagaimana mematuhi aturan prokes tersebut. Semoga dengan pengetatan prokes, tingkat penyebaran wabah Covid – 19 di Sleman semakin mereda dengan prinsip jaga diri, jaga teman, dan jaga jarak.

Keterangan : Suasana Penerimaan Peserta Didik Baru di SMAN 2 Ngaglik, Sleman.