SAR Muhammadiyah Sleman Kehilangan Satu Personil

SLEMAN. Sarmuslem ( SAR Muhammadiyah Sleman ) berduka, pasalnya satu anggota meninggal dunia karena sakit dan disinyalir kelelahan menjalankan tugas kemanusiaan aktifitas kesiapsiagaan darurat Merapi, Inna lillahi wa Inna illaihi rooji’un.

Almarhum atas nama Cahyo Saputro ( panggilan Babe ) usia 59 tahun alamat Tempel, Sleman.
Meninggal 1 Februari 2021 pukul 15.00 WB di RS Muntilan karena sakit dan dimakamkan malam hari habis solat Isak, di tanah kelahirannya dusun Gajahan, Salam, Magelang.


Foto kenangan alm. ( berbeci ) habis penyaluran air bersih di Gunung Kidul tahun 2020.

Selama hidupnya almarhum banyak berkecimpung di dunia kerelawanan khususnya kebencanaan, almarhum terakir kali masuk dalam pengurus LPB / MDMC Sleman ( Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah ), Sarmuslem, Komrel bencana Merapi dan Komandan Kokam Tempel.

Kegiatan akir-akir ini yg almarhum lakukan secara inten adalah, aktif di Posko Kesiapsiagaan bencana erupsi Merapi, baik di Tempel, Turi maupun Poskor Muh. Pakem.

Umur memang lebih dari setengah abad, namun itu tak menghalangi semangat almarhum untuk mengabdi berbakti kepada ibu Pertiwi, alm. sosok yg supel, enthengan, jiwa peduli dan sosial tinggi, ulet dan tangguh.
Hari-hari terakir sebelum sakit, waktunya banyak diluangkan untuk beraktifitas di pantauan dan kesiapsiagaan erupsi Merapi, disinyalir karena faktor umur dan fisik, sehingga kecapean dan sakit hingga dipanggil oleh Alloh SWT.

Semoga Husnul Khotimah, karya bakti alm. menjadi jariyahnya, keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, keimanan dan kecukupan.
Kepergian alm. semoga muncul relawan-relawan baru yg tangguh dan enthengan.
Aamiin.