PENGRAJIN KENTHONGAN (ALTERNATIF EWS) CANGKRINGAN LAKU KERAS ( AGUSTUS 2015 )
CANGKRINGAN – SLEMAN. Satu-atunya pengrajin Kenthongan di Kecamatan Cangkringan, adalah Bapak Hadi Sutrisno Dusun Jetis Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan, bulan Januari sampai Agustus 2015 ini ratusan kenthongan terjual ke warga Cangkringan.
Mayoritas pembelinya adalah warga masyarakat Cangkringan, kususnya Desa Kepuharjo dan Glagaharjo, seperti warga Singlar, Gading, Kopeng, Batur, Pager Jurang, dll.
Ditemui di rumahnya, Pak Hadi (panggilan kesehariannya) mengatakan “ Kulo kusus ndamel Kenthongan saking kajeng, akir-akir niki jik tumbas kathah, kebanyakan saking sederek ler (celak Merapi), ngendikane kagem jagi-jagi nek enten nopo-nopo dingge tondo, umpaminipun merapi nembe owah, dene reginipun rata-rata Rp. 25.000 per biji. ( Saya kusus membuat Kenthongan dari kayu, akir-akir ini yang beli banyak, kebanyakan warga dari utara ( dekat Merapi), kata mereka untuk berjaga-jaga kalau ada bahaya untuk pertanda, contohnya Merapi meletus, tentang harganya rata-rata Rp. 25.000 per biji )”.
Menurut Babinsa Desa Kepuharjo AKP Giman, yang kebetulan memesan 20 kenthongan di rumah Pak Hadi, mengatakan “ Saya memesan 20 kenthongan untuk beberapa Dusun di Kepuharjo, agar ronda malam lebih giat, sehingga apabila Merapi bergolak, bisa membantu memberi peringatan kepada warga masyarakat untuk cepat mengungsi “.
Kebutuhan Kenthongan sebagai alternatif EWS di Cangkringan sangat diperlukan, dan sampai sekarang baru satu pengrajin yang dengan tekun dan sabar setiap hari membuat kenthongan, disela-sela beliau bertani.