MENJADIKAN BENCANA KEKERINGAN SEBAGAI REFLEKSI
Banyak keluhan di berbagai tempat tentang cuaca yang begitu kering di musim kemarau tahun 2015. Banyak orang pula yang menuding bahwa penyebab utama kekeringan adalah El Nino tanpa merefleksi diri bahwa seberapa jauhkah kita semua justru ikut menyumbang terjadinya bencana kekeringan itu muncul. Musim kemarau yang begitu kering menyebabkan banyak sumber- sumber mata air menjadi kering. Air yang dulu melimpah, tidak harus dibeli, kini menjadi sesuatu yang begitu mahal karena harus membelinya. Marilah kita lihat sekarang sumber mata air yang menggenang di banyak telaga, embung buatan dimanapun dijumpai pasti disekitarnya jarang dijumpai pepohonan besar yang rimbun karena tidak menyimpan air. Berbeda dengan kawasan yang alamnya masih terjaga, sumber air pasti masih dijumpai di tempat itu.
Apa yang Harus Kita Kerjakan.
Mari kita gerakkan kembali budaya menanam yang dimulai dari keluarga- keluarga yang masih memiliki halaman untuk paling tidak menanam 1 {satu) pohon, di kantor-kantor pemerintah, dan swasta juga sebaiknya disarankan untuk memberi ruang demi tumbuhnya pepohonan, di sekolah- sekolah didorong untuk menanam pohon di area halaman sekolah dan kampus perguruan tinggi. Penyediaan ruang hijau di berbagai tempat, bukan ditutup dengan paving block, cor beton, bahkan aspal yang justru ketika hujan air tidak bisa diserap oleh tanah karena lari dan air tidak terkumpul. Gerakan menanam pohon hendaknya menjadi budaya di tengah masyarakat dan bukan hanya milik pemerintah semata.
Membangun kesadaran diri untuk cinta lingkungan memang harus dibangun dan menjadi kebutuhan bersama, dengan demikian kita ikut menyumbang demi kelestarian ciptaan Sang Al Khalik.
Mari melalui media ini, dimulai dari Sleman tercinta, bersama kita budayakan gerakan Ayo Menanam Pohon, mulai dari keluarga, masyarakat, lembaga apapun namanya demi anak cucu kita di masa yang akan datang tanpa harus berpikir kapan untuk mengambil hasilnya dan kapan harus menebangnya.
Semoga dengan gerakan ini kita semua ikut berkontribusi mengatasi bencana kekeringan tidak hanya sekarang tetapi di masa yang akan datang.