KONDISI TERKINI SELATAN MERAPI, TIMUR SUNGAI GENDOL PASKA 5 TAHUN ERUPSI DAHSAT
2010 Erupsi besar, luluh lantak rata dengan tanah, tak ada yang hidup di sana, 5 tahun sudah berlalu.
GLAGAHARJO – CANGKRINGAN . Erupsi Merapi 2010 merusak hampir semua aset yang ada, hutan, kebun, pepohonan, tanaman pangan dan pemukiman luluh lantak rata dengan tanah. Di antaranya menimpa sisi tenggara, meliputi wilayah Desa Glagaharjo dan Balerante, 5 tahun erupsi berlalu, semua sudah berubah, kusus di beberapa dusun paling utara, tanda-tanda bekas erupsi dahsat hampir tidak nampak.
Kawasan tersebut berada di timur sungai Gendol, meliputi dusun Kali tengah Lor, Kidul, Srunen dan dusun wilayah Klaten meliputi dusun Sambung rejo, Ngaglik, Gondang Brante.
Tempat-tempat yang sekarang tumbuh subur tanaman, pepohonan diantaranya:
1.Lereng Bukit Kendil, sudah terpantau hijau, karena pepohonan tumbuh subur disamping rumput-rumputan sudah hijau.
2.Hutan di sekitar Tuk Bebeng / Goa Jepang / Ndolo, padat dengan pohon Sogo dengan ketinggian 5 sampai 15 meter.
3.Hutan garapan warga / sekitar Gardu Pandang Glagah sari, pohon Sogo tumbuh tinggi, tanamam pangan warga seperti Tales, Ketela, Pohon pisang dll, hidup subur.
4.Alas tutupan di utara dusun Sambung rejo, Ngaglik dan Gondang brante, padat dengan tanaman keras yang tumbuh dengan sendiri, sehingga keberadaannya tidak beraturan, menjadikan di beberapa tempat sulit untuk dilalui.
5.Lahan-lahan garapan warga, yang ketika erupsi 2010 hanya terkena awan panas / abu, sekarang menjadi subur, oleh pemilik dimanfaatkan, dengan ditanami tanaman pangan seperti, Cabai, Tales, Tomat, Tembakau, kobis, dll.
Tempat-tempat tersebut kebetulan berada di Zona Kawasan Rawan Bencana, yang tidak boleh dijadikan pemukiman permanen. Apalagi struktur Merapi sekarang runtuhan puncak ( jw growah ), mengarah ke daerah-daerah tersebut, sehingga sangat berbahaya apabila terjadi letusan kembali.
Bagi para pengunjung / wisatawan yang berada di tempat tersebut, rasa-rasanya mungkin tak mengira kalau tempat tersebut 5 tahun yang lalu rata dengan tanah, akibat keganasan Gunung Merapi. Untuk itu siapapun yang beraktifitas di daerah tersebut mestinya sadar betul, terhadap bahaya yang sewaktu-waktu mengancam jiwanya, membekali diri dengan kesiap siagaan yang penuh, bahkan tempat yang lebih aman dan nyaman mestinya menjadi pilihannya.