BMKG kembali update peringatan dini cuaca ekstrim untuk sepekan ke depan
Pakem. 5 Januari 2020. Pad pukul 08:28 WIB hari ini rilis up date peringatan dini potensi cuaca ekstrim kembali di share.
Beberapa indikasi teknis disampaikan, berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola tekanan Rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia, meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan katulistiwa. Berdasarkan model prediksi Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan kedepan, kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia. BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi Cuaca Ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah termasuk wilayah DIY- Sleman.
Dari pantauan harian wilayah kabupaten Sleman sebagian besar wilayah terjadi hujan ringan dari pagi sampai sore, warga selalu aktif menanyakan kondisi cuaca, salah satunya Komunitas KPGW Papringan secara aktif menanyakan kondisi di sisi utara terkait kewaspadaan akan curah hujan tinggi yang dapat memicu banjir di di bantaran sungai maupun dataran rendah.
