TAK LELAH BERINOVASI,KUNJUNGAN AKHIR TAHUN DI MUSEGA Dr.SARWIDI
Tanggal 28 Desember 2019 di penghujung tahun, penulis menyempatkan diri mampir di Museum Teknologi Gempa Prof.Dr.Sarwidi yang terletak di Jalan Malangyudo, Kaliurang Timur, Hargobinangun, Pakem, Sleman.
Meski museum ini tergolong kecil, tetapi ada sesuatu yang sangat luar biasa didalamnya yaitu semakin kaya koleksi dan karya-karya inovasi tentang bangunan rekayasa teknologi gempa.
Salah satunya adalah penggunaan sterofoam untuk modifikasi tembok dengan memadukan bahan yang lainnya yaitu kawat strimin (kawat ayam, asbes, semen) sebagai bahan pengganti (batako) dengan ukuran 75×75 cm. Meski masih terkesan sebagai bahan uji coba,tampaknya pencetus bahan rekayasa untuk bangunan ini ditujukan agar bangunan – bangunan pemukiman dimasa yang akan datang semakin ringan dan aman untuk menjaga keselamatan manusia dengan resiko nol. Tentunya dengan penggunaan bahan bangunan yang ringan masih perlu diuji ulang agar bahan tersebut bisa digunakan dalam waktu yang lama, aman, dan layak pakai.
Contoh:Bahan uji coba dinding berbahan ringan.
Semoga dengan hasil ujicoba tersebut kedepannya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang mendambakan bangunan yang berbahan dasar murah, tetapi aman dan tahan gempa.