PENTINGNYA TIM DUSUN TANGGAP BENCANA ( DUSTANA )
Mitigasi berbasis masyarakat tepat, tiap Dusun penting dibentuk Tim Tanggap Bencana, Kusus di Cangkringan belum semuanya.
CANGKRINGAN – SLEMAN. Desa – desa di Kecamatan Cangkringan sudah dilatih untuk menjadi Desa Tangguh/Tanggap Bencana “DESTANA”, di dalamnya ada Tim / Pengurus, Kontigensi / SOP. Pengurangan Resiko Bencana akan idial lagi, kalau semua Dusun-dusun terdampak secara efektif juga dibuat Tim. Kusus di Kecamatan Cangkringan, belum semua dusun terdampak mempunyai Tim DTB / SOP.
Dengan adanya Tim Tangguh Bencana Dusun, bila datang bencana, warga dusun akan secara cepat melakukan penyelamatan diri sendiri, sebelum bantuan dari luar datang. Sehingga dengan kecepatan, ketepatan mereka, Korban dimungkinkan dapat dihindari.
Tim Dusun Tanggap / Tangguh Bencana, minimal berisi hal-hal sebagai berikut:
1.Pengurus DTB, paling tidak ada:
-Pelindung / Penasehat,
-Ketua,
-Sekretaris,
-Bendahara,
-Seksi Transportasi,
-Seksi Evakuasi,
-Seksi komunikasi,
-Seksi Kesehatan,
-Seksi Dapur Umum.
2.Data Penduduk, meliputi:
-Jumlah laki dan wanita,
-Jumlah Lansia, Balita, Difabel dan kelompok rentan lainnya.
3.Data Alat Transportasi, meliputi:
-Jumlah Sepeda Motor,
-Jumlah Mobil,
-Jumlah Truk.
4.Data Hewan Ternak warga.
5.Peta Dusun, menggambarkan letak rumah dan penguninya.
6.Ada SOP, sebagai acuan kapan harus lari mengungsi, siapa melakukan apa, menuju ke tempat mana, apa yang harus dibawa, dsb.
Harapannya semoga Dusun-dusun terdampak bencana, kususnya Bencana Merapi, yang belum terbentuk Tim DTB, semoga lekas terbentuk. Namun di lapangan sampai sekarang belum terpantau untuk hal itu, semoga Lembaga-lembaga terkait secepatnya mendorong dan membentuk.(smoga)