APA KATA MEREKA TENTANG BENCANA ALAM
Masih segar di benak anak anak sekolah dari berbagai jenjang yang mengikuti fun and games bersama BNPB RI yang dihadiri Oleh Bu Eny Supartini dan Deputy BNPB, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Pak Yuli Setiyono serta secara kebetulan dari LIPI ikut menyaksikan kegiatan tersebut,di museum dan Galery (Musega) Prof Sarwidi di Kaliurang pada tanggal 28 Mei yang lalu. Awalnya, anak tidak tahu kehadirannya akan diajak untuk apa dan ada apa dengan museum gempa yang sebelumnya memang sama sekali belum pernah dilihatnya. Tim relawan dari BNPB kemudian mengajak anak anak untuk berbaur dengan teman- teman yang berbeda dari berbagai jenjang mulai dari SD, SMP, SMA, dan SMK berbaur membuat kelompok serta mendapatkan bendera regu sesuai dengan jenis bencana. Semua regu atau tim diminta untuk membuat yel-yel andalannnya masing masing dan dalam permainan yang sangat edukatif tersebut, anak diminta untuk menjawab pertanyaan berdasarkan tema dan nama regunya masing masing, mengenali secara cepat serta mendiskusikannya dalam tim tentang bagaimana menghadapi bencana dan mengambil sikap yang cepat dan tepat untuk mengurangi korban akibat bencana. Mereka adalah 5 siswa mewakili sekolahnya masing masing didampingi oleh seorang guru. Dari Berbah diwakili oleh SD Negeri Tanjungtirto 1 dan SMK Nasional Berbah, SMK Bina Tama Mlati, dari kecamatan Ngaglik diwakili oleh Jogja Montesorri School (JMS), dan SD Negeri Selomulyo (shelter school). Kecamatan Cangkringan diwakili oleh Sekolah Siaga Bencana (SSB) antara lain SD Umbulharjo 2, SD Kepuharjo, SMP Negeri 2 Cangkringan, dan SMK Muhammadiyah Cangkringan. Semua kegiatan dikemas dalam bentuk game yang bernuansa pengetahuan mitigasi termasuk pengetahuan PPGD dan pertolongan pertama dari tim PMI Sleman yang diikuti dengan senang hati. Diakhir acara semua peserta dan pendamping diajak untuk mengenal asal muasal gempa, dan mengapa gempa bisa terjadi yang dijelaskan dengan lugas dan jelas menggunakan alat yang diciptakan sendiri oleh Prof. Sarwidi, MSCE, PhD dilanjutkan dengan pemutaran film tentang gempa bumi dan akibatnya. Peserta kemudian diminta membuat paparan sesuai dengan tema yang mereka terima, dilanjutkan dengan tanya jawab. Kesan mereka ternyata luar biasa karena pengetahuan yang mereka dapatkan dihari itu tidak didapatkan di sekolah. Salah satu siswa bahkan ada yang menuliskan kesannya dengan sederhana tapi penuh arti yaitu dari SD Montesorri dengan menuliskan : Awesome… semoga edukasi mengenai kebencanaan semakin dikenal oleh anak-anak dan di sekolah mereka melalui pendidikan.