3241846189

SUmber google

SLEMAN. ” Ternyata air hujan tidak kalah kualitasnya dengan air lainnya, air sumur, air laut, namun selama ini kebanyakan orang menganggap kurang higienis, sehingga terbuang begitu saja, maka marilah kita mulai gerakan memanen air di musim penghujan “, penjelasan Lilik Andi Aryanto SIP,MM Kasi PK BPBD DIY.

Akir – akir ini begitu hujan datang, air yg berada di hulu di ketinggian, langsung hilang begitu saja karena masuk ke selokan, dan berakibat banjir di bagian hilir sana. Itulah dampak dimana – mana sudah dilakukan pembetonan, di jalan kampung, talud-talud, halaman rumah juga penggundulan lahan / hutan dsb.

Maka dari itu mulai sekarang perlu kita mulai gerakan memanen air di musim penghujan, caranya cukup sederhana, yakni dengan memasukkan air hujan ke dalam sumur dengan tehnik tertentu, atau membuat sumur-sumur resapan di sekitar lingkungan kita, dengan demikian air hujan tidak hilang begitu saja tetapi meresap tersimpan di dalam tanah.

Begitu akir pemaparan Lilik Andi Aryanto dalam acara Sosialisasi Perundang-undangan Kebencanaan di RM Pring sewu, hari Senin dan Selasa 28 – 29 Oktober 2019 di hadapan Camat, Kades se Sleman dan FKKRS.