MERAPI TIDUR PULAS, MASYARAKAT HARUS TETAP WAPADA DAN JANGAN TERLENA
Tigkat kegempaan rendah, nampak secara visual landai, suara-suara gemuruh tak terdengar, Merapi tertidur.
CANGKRINGAN – SLEMAN. Gunung Merapi paska letusan Freatif, sampai Juni 2015 ini, secara fisual tidak menunjukkan peningkatan aktifitas yang menonjol, sampai-sampai sebagian masyarakat Cangkringan meyebut Merapi tidur pulas. Namun hal penting yang harus ditekankan pada warga, yakni jangan terlena dan harus tetap waspada.
Secara visual merapi nampak landai-landai saja, asap sulfatara nampak normal seperti biasa, jarang terdengar suara-suara gemuruh, sinyal Merapi landai-landai, siklus 4 tahunan tidak terjadi, sehingga masyarakat merasa tenang, aman dan sebagian menganggap Merapi sudah tidak seperti dulu lagi.
Karena karakternya berubah, maka hal inilah yang harus diwaspadai oleh masyarakat, jangan sampai terlena, kewaspadaan harus tetap terjaga.
Diantara wujud / cara agar tetap waspada dan tak terlena adalah, Kegiatan Ronda Malam ( Sis Kamling ). Selain menjaga keamanan lingkungan, juga bisa tau sedini mungkin bila Merapi terjadi apa-apa. Penelusuran di Lapangan, kususnya Dusun-dusun di Cangkringan tidak semuanya mengadakan kegiatan ronda malam, maka Pemerintah setempat ( Desa, Kadus, warga ) kiranya perlu menghidupkan kembali ronda malam bagi yang tidak berjalan, memompa semangat bagi yang sudah berjalan.
Jadi kegiatan sis kamling / ronda malam, hemat saya bisa dijadikan salah satu Barometer kesiap siagaan / Kewaspadaan suatu Daerah dalam Mitigasi / Mengurangi Resiko adanya Bencana ( Penulis ).