MISTIS DAN KEHIDUPAN WARGA LERENG MERAPI PASKA ERUPSI 2010

0

Kultur warga Lereng Merapi kususnya di Cangkringan paska Erupsi 2010, bagaimana pandangannya dengan hal-hal yang bersifat Mistis.

CANGKRINGAN – SLEMAN. Warga masyarakat Lereng Merapi kususnya di Kecamatan Cangkringan di 2015 ini, sebagian masih kental dengan hal-hal yang berbau mistis, terbukti banyak kejadian yang mereka anggap sebagai ulah mahluk ghoib, walaupun secara ilmu ataupun medis dapat dibuktikan.
Sebelum Erupsi Merapi 2010 kultur sosial masyarakat Cangkringan, kususnya di Lereng Merapi mempunyai ciri kas tersendiri, yakni sangat kental dengan hal-hal yang ghoib / mistis / supranatural. Salah satu diantaranya adalah peningkatan aktifitas Gunung Merapi hingga meletus, informasi berdasar tehnologi / alat, kadang tidak begitu dihiraukan kalah dengan informasi yang datang dari seseorang yang dituakan ( Sesepuh, dukun, dll ).
Penelusuran di lapangan di 2015 ini kultur tersebut masih kental di sebagian warga, diantaranya:
-Awal April 2015 salah seorang warga dusun di desa Kepuharjo Cangkringan meninggal dunia, meninggal dalam usia 35 tahun. Oleh salah satu rumah sakit ternama di Jogja, yang bersangkutan dinyatakan mengidap penyakit yang sudah kronis, namun menurut sebagian warga, meninggal karena kesambet (jawa) makluk goib penunggu sungai . Seperti penuturan salah seorang warga , “ Pak … meninggal bukan karena sakit, namun 1 bulan sebelum meninggal dia diganggu penunggu sungai Opak, la kok malah diminta nyawanya “,
-Dalam hal menambang material pasir Merapi, 2 Orang warga dusun Kali Adem yang tak mau disebut namanya mengutarakan “ Kulo nganthek sak niki tetep mboten wani pados pasir mas, ajrih nek sewektu-wektu dijaluk jik kagungan / Danyange ( Saya sampai sekarang tetap tak berani cari pasir mas, takut sewaktu-waktu diminta yang punya / Kyai Sapu Jagad (danyange) ), di samping banyak juga warga yang berani jual pasir dari sungai,
-Kejadian terseretnya seorang warga Desa Argomulyo di aliran banjir Sungai Opak 2012, warga tersebut tidak meninggal, menurut sebagian besar warga berkeyakinan bahwa dia tidak meninggal karena diselamatkan “ Jik mbau rekso Opak “,
-Dan kasus-kasus, cerita-cerita lain, yang kadang tidak masuk akal secara ilmiah, namun tetap dipegang dan diyakini oleh sebagian warga masyarakat.IMG_4726
Tiap daerah punya ciri kas kultur tersendiri, yang penting kususnya warga masyarakat Lereng Merapi tetap selalu waspada dan tanggap terhadap aktifitas Gunung, sehingga toh apabila meletus, resiko dapat diminimalisir bahkan dapat dihindarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.