BERKAH DIBALIK BENCANA BANJIR SUNGAI OPAK 2011-2012
Banjir sungai Opak 2011-2012 cukup besar, masuk Pemukiman dan menerjang Persawahan Penduduk, awal 2015 menjadi berkah bagi pemilik sawah.
ARGOMULYO – CANGKRINGAN. Sungai Opak yang melintas di Desa Argomulyo tahun 2011-2012 terjadi banjir yang cukup besar, hingga masuk Pemukiman Penduduk dan merusak lahan Persawahan, sehingga dirasakan sebagai musibah bagi warga. Di awal 2015 ini sawah yang tertimbun pasir menjadikan berkah bagi pemiliknya, berkat penjualan pasir.
Seiring dengan menipisnya keberadaan material pasir yang ada di Desa Argomulyo kususnya di sungai Gendol dan Opak, mengakibatkan material yang di atas lahan persawahan mulai laku terjual, hal tersebut menjadikan yang dulunya musibah berbalik menjadi berkah.
Lahan Persawahan tersebut meliputi:
1.Sawah milik Bp Suparto, yang terletak di timur dusun Kebur, Argomuyo, Cangkringan,
2.Sawah Bp Surojo, posisi di Timur laut dusun Kebur Lor,
3.Persawahan kepunyaan Bp Pairo Rajiman, terletak di Utara Balai Benih Ikan Cangkringan,
4.Sawah milik BP Rapingu, yang terletak di timur dusun Teplok, Argomulyo,
5.Persawahan Pak Budi terletak di timur dusun Kebur Kidul, Argomulyo,
6.Milik Bp Gito, di timiur dusun Teplok,
7.Sawah milik Bp Mbadi, di timur dusun Kliwang, Argomulyo,
8.Milik Pak Biyadi, posisi di timur dusun Kliwang,
9.Sawah milik Pak Mento, terletak di timur dusun Panggung, Argomulyo,
10.Milik Bp Cipto Surip, posisi di timur dusun Panggung,
11.Sawah milik Pak Sapto, di timur dusun Kebur,
12.Persawahan milik Bp Sumarsum, terletak di timur laut Kebur Lor,
13.Sawah milik Pak Mujiran, di timur dusun Kebur Lor,
14.Sawah milik Pak Parto, terletak di timur dusun Teplok,
15.Persawahan milik Bp Rohmat, tempat timur dusun Teplok, Argomulyo.

Salah seorang pemilik sawah yang tak mau disebut identitasnya, mengatakan “ Nek 2011 sengsoro mas musibah, ning sak iki Alhamdulillah wedine payu banget ( Kalau 2011 sengsara mas musibah, tetapi sekarang Alhamdulillah material pasir laku keras } “.
Timbunan pasir bervariasi, ada yang dengan kedalaman 4 M, ada yang 2 M, dll, rata-rata perhari pasir diambil 7 sampai 12 rit ( Colt L 300 Bak Terbuka ), harga per armada Rp 70.000,-, menurut Pak Parto, pemilik sawah tertimbun pasir di timur dusun Teplok “ Pasir di sini bagus mas, hampir tanpa batu dan tidak banyak campur dengan tanah, makanya banyak yang suka sehingga selalu ambil/beli di sini, Alhamdulillah ternyata banjir yang dulunya kami rasakan sebagai musibah, sekarang merupakan berkah ”