KEMBALI KOMUNITAS RELAWAN SKSB CANGKINGAN KEHILANGAN SALAH SATU ANGGOTANYA
CANGKRINGAN. Pada hari Rabu tanggal 22 April 2015, SKSB Cangkringan kehilangan salah satu anggotanya, meninggal dunia karena sakit.
SKSB merupakan salah satu diantara Komunitas Relawan yang bergerak di bidang kebencanaaan di Kecamatan Cangkringan, kususnya Pantauan Cuaca, Lahar Hujan, Aktifitas Gunung Merapi. Saat ini anggota yang terdaftar di BPBD Sleman sekitar 40 orang ( yang aktif ), dengan klaster / kemampuan / skill yang berbeda-beda.
Salah satu anggotanya yakni Tumarno nama udara Pak Tekong, alamat Kopeng, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman dengan No Induk Organisasi A06.07.106, meninggal dunia karena sakit. Meninggal pada hari Rabu 22 April 2015 di RS Panti Rapih jam 02.00, Pemakaman dilakukan pada hari Kamis 23 April 2015 di Makam Dusun Kopeng, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.
Dari RS Panti Rapih Pak Tekong dinyatakan infeksi Paru-paru akut dan adanya cairan disekitar organ tersebut, selama 2 Minggu dirawat di rumahnya yakni di Huntap Batur, Kepuharjo, Cangkringan kemudian hari Senin tanggal 20 April 2015 dibawa ke Rumah Sakit hingga akirnya Rabu malam meninggal dunia.
Pak Tekong adalah salah satu anggota Relawan SKSB yang Gigih, Tanpa mengenal lelah, Pemberani, Tangguh, Supel. Beliau salah satu pemberi informasi baik cuaca maupun Lahar Hujan / Pemantau Lahar Hujan di Bantaran Sungai Gendol, tepatnya di Pos 1 Kopeng bersama Mbah KM, disamping memantau di Penyeberangan Kopeng – Srunen. Apabila di daerah lain kususnya di bawah ada angin puting beliung, pohon tumbang, tanah longsor dsb, beliau tak kenal waktu, tak kenal lelah turun ikut membantu bergotong royong.
Namun sayangnya, rupanya paska erupsi 2010 ketika bertugas memantau di pinggir sungai Gendol ketika ada aliran / banjir, kebanyakan tidak memakai alat pelindung pernapasan / masker, padahal folume asap masih tinggi waktu itu ketika ada aliran ( asap menurut info mengandung zat yang berbahaya ). Ditambah lagi aktifitas kesehariannya dekat dengan Penambangan material Merapi dengan alat Berat ( folume asap / bleduk / kebul tinggi ), menurut beberapa teman anggota SKSB yang tidak mau disebut namanya memprediksikan “ Kemungkinan sakitnya Pak Tekong yang paru-paru itu, berawal dari polusi asap, abu, bleduk, baik dari aliran banjir kali Gendol maupun aktifitas Penambangan yang ketika itu masih banyak mengeluarkan asap / bleduk , sedang tidak pakai masker ”.
Menurut Ketua SKSB Supri yadi “ Kabar meninggalnya Pak Tekong sangat mengejutkan dan mengagetkan, dan merasa sangat kehilangan sosok yang dapat diandalkan, namun karena sudah suratan Takdir, maka ya kita iklaskan, semoga meninggalnya husnul khotimah, diampuni segala dosa-dosanya, diterima segala amalnya, dan ditempatkan pada tempat yang aman dan nyaman di SisiNya, Amin “.
Doa dan harapan juga disampaikan Ketua Pelaksana BPBD Sleman Pak Yuli, mewakili jajarannya, sekaligus ucapan terima kasih atas peran serta, dan perjuangannya dalam membantu di setiap penangan bencana, kusunya yang terjadi di Kec. Cangkringan.
Selamat Jalan Saudaraku, Semoga Alloh memberikan tempat yang nyaman. Amin.