MENEJEMEN KOMUNITAS RELAWAN OLEH BPBD SLEMAN
Komunitas Relawan Kebencanaan menjamur, agar tertata dan efektif BPBD Sleman melakukan Pengelolaan/Pendataan.
SLEMAN. Komunitas Relawan Kebencanaan di Kabupaten Sleman cukup banyak, tersebar di hampir seluruh Kecamatan, instansi terkait yakni BPBD berupaya agar keberadaan Komunitas tertata, terprogram, tidak tumpang tindih, melakukan pendataan, tertib administrasi, dan Pengelolaan.
Paska Erupsi Merapi 2010, kususnya di Kabupaten Sleman bermunculan Komunitas- Komunitas Relawan yang bergerak di Kebencanaan. Sekitar 50 Komunitas dengan anggota mencapai ribuan berada di Sleman, jumlah yang sekian banyak perlu ditata / dikelola dengan menejemen yang tepat, sehingga misi Komunitas dapat efektif dan efisien.
BPBD Sleman melakukan Pengelolaan, diawali dengan melakukan Pendataan Relawan, Data Relawan memuat beberapa hal:
1.Database Komunitas,
2.Database Relawan,
3.Data Komunitas,
4.Data Pengurus,
Data – data tersebut berisi hal-hal yang diperlukan dalam Pengelolaan Relawan, yang meliputi:
a.Nama Komunitas,
b.Alamat Sekertariat,
c.Kelengkapan Organisasi ( Tanggal berdiri, ijin, AD/ART ),
d.Anggota (alamat, No HP, Gol darah )
e.Susunan Pengurus,
f.Claster / Klasifikasi Kemampuan anggota,
g.Pelatihan yang pernah diikuti,
h.Surat Kesanggupan .
Sampai dengan tanggal 22 Maret 2015, sebanyak 38 Komunitas Relawan Kebencanaan sudah memasukan data-data ke BPBD Sleman, yang selanjutnya secara periodik dikelola secara profesional. Staf BPBD Sleman Pak Kelik mengatakan, “ hasil data yang masuk akan diolah dan dikelola dengan baik, sehingga harapan kita peran Relawan dapat tertata dengan rapi dan efektif “, ditambahkan oleh Pak Adit , “ Relawan yang terdata ini nantinya akan mendapatkan kartu anggota resmi dari BPBD, sehingga keberadaannya teman-teman diharapkan merasa nyaman dan aman “.