Awan Panas Merapi : Warga Selatan Merapi Tenang – Tenang , Beberapa Perantau Malah Risau Dan Kawatir.
CANGKRINGAN. Selasa pagi sekitar jam 04.38 WB 12 Maret 2019, Merapi kembali megeluarkan lava pijar hingga meluncur sejauh 1.500 M dan menyebabkan terjadinya awan panas.
Warga lereng Merapi sisi selatan, kususnya Kalor, Sambung rejo, Balerante melihat dan mendengar suara jatuhnya lava dari puncak ( jw Ting glothak ).
Sebagian warga keluar rumah untuk melihat luncuran lava, namun hanya sebentar dan langsung melanjutkan aktifitasnya masing-masing.
Dihubungi via HT, menurut Relawan Balerante yg tak mau disebut mamanya, mengatakan ” Kejadian seperti tadi warga tau dan siap siaga, mereka sudah agak terbiasa dg fenomena luncuran lava pijar sehingga sudah tidak ketakutan lagi, nampak biasa dan tenang-tenang saja, namun tetap waspada “.
Warga sudah agak terbiasa melihat dan mendengar luncuran lava pijar merapi, sehingga kondisinya biasa, tenang dan aman-aman saja.
Justru mendekati siang hari, warga Cangkringan yg merantau di luar Jogja, beberapa merasa gelisah, heboh dan kawatir, terbukti beberapa tilpon masuk dari luar Jogja menanyakan kondisi merapi paska luncuran lava pagi tadi.
Seperti yg dialami Ibu Ismi Argomulyo, Cangkringan, sekitar jam 10
00 WB, HP berdering berkali-kali, ternyata saudaranya di Purworejo, dg tergopoh-gopoh menanyakan kondisi merapi, dia mendapat kabar dari temannya, kalau merapi meletus besar.
Setelah dijelaskan, baru percaya dan tenang, kata bu Ismi ” Ha wong yang di Cangkringan saja tenang-tenang, kok yg di luar Jogja malah bingung dan kawatir, Aman aman aman Cangkringan “.