Rakor TIPB: Menghadapi potensi kejadian Gerakan Tanah

Foto:Tanah longsor Blimbingsari 2017.

Dalam rangka menghadapi musim penghujan 2021-2022 yang berpotensi terhadap bencana hidrometeorologi salah satunya  gerakan tanah,  diselenggarakan rapat koordinasi yang diselenggarakan TIPB-BNPB secara virtual pada tanggal 2 September 2021.

Beberapa narasumber dari berbagai institusi dengan paparan data analisis dan lembaga pemerintah daerah ikut berpartisipasi masing masing dengan paparan kesiap siagaannya.

Satu catatan penting yaitu paparan materi dari Badan Geologi Kementrian ESDM dengan tema Tindakan Pencegahan dan Rekomendasi Solusi Dalam Menghadapi Potensi Bencana Gerakan Tanah.

Dari paparan materi tersebut disampaikan Rekomendasi dan Solusi kepada daerah yang mempunyai potensi bencana gerakan tanah yaitu adanya Ancaman permanen harus ada Solusi Permanen. Selalu rajin mendokumentasikan titik longsor lama berikut koordinat dan keteranganya, disiapkan Dokumen Kontijensi Bencana Gerakan Tanah yang kemudian disimulasikan hingga jenjang RT dan individu . Disampaikan juga pentingnya kesiapan Tim Reaksi Cepat dalam  kaji  analisa lapangan dan penyelamatan hingga tidak lanjut di samping kesiapan warga dalam membangun jaringan komunikasi untuk pelaporan saat musim penghujan tiba. Perlu diketahui bahwa potensi terjadinya gerakan tanah secara umum di Indonesia diprediksi bulan September 2021 hinga Mei 2021. (Sumber Rakor TIPB BNPB)