Subandrio : Mensikapi Merapi ” Sak Madyo “, Ibarat Kucing Jangan Dirasa Harimau


Foto luncuran lava pijar Merapi ke barat daya.

MERAPI. ” Melihat suplai lava yang ada dan pertumbuhan kubah tiap harinya, sementara ini Merapi belum membahayakan / mengancam dalam skala besar “, penjelasan Subandrio mantan Kepala BPPTKG periode 2010.

Menurutnya, dua kubah lava yg muncul di puncak Merapi, sampai saat ini konsentrasi material volume masih berkisar ratusan ribu belum jutaan meter kubik, kemudian pertumbuhan rata-rata berkisar 10.000 meter kubik per hari masih di bawah 20.00 meter kubik per hari.
Analisa beliau, kondisi demikian aktifitas Merapi belum membahayakan sekali bagi warga, asal ikuti dan taati rekomendasi dan himbauan instansi terkait, sikapi Merapi secara proporsional ” jw Sak Madyo “, ibarat ” Kucing jangan Dirasa Harimau “.

Khusus warga sisi selatan Merapi, seperti warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman juga dusun lain, Ndak usah takut ataupun panik, beraktifitas normal, namun tetap waspada dan ikuti petunjuk BPPTKG.

Lebih jauh dijelaskan, ancaman sekunder yg berupa banjir lahar dingin pun belum membahayakan pemukiman dalam skala besar, karena endapan awan panas di hulu masih aman ( belum menyentuh jutaan meter kubik ), asal jika terjadi aliran / banjir jangan berada di badan sungai, begitu akhir penjelasan Subandrio dalam acara ngobrol bareng lewat live streaming YouTube Senin 22 Februari 2021 pukul 20.00 WB.