Merapi Bergolak, ujian Kesiapan Destana Bentukan BPBD

DESTANA. Desa Tangguh Bencana ( Destana ) secara singkat dimaksudkan sebagai Desa / Kalurahan yang mampu secara mandiri untuk mengatasi bencana yg terjadi di wilayahnya. Paska erupsi 2010, tepatnya dimulai 2015, BPBD Kabupaten Sleman gencar membuat dan mengukuhkan Desa – Desa menjadi Destana, sampai 2021 ini puluhan Destana terbentuk.

Harapan besar dengan terbentuknya Destana ini, kejadian bencana dapat tertangani dengan ringan, tertata dan efektif efisien.

Seperti di kejadian erupsi Merapi kali ini, peran dan fungsi Destana mutlak dibutuhkan, baik bagi Kalurahan terdampak maupun penyangga.

Ujian bagi Destana, sudah siapkah, seberapa jauh implementasi terhadap praktek penangan bencana Merapi, eksistensi struktur, Dokumen Rekonti / SOP, menegemen barak, mobilisasi relawan, kekompakan tim, koordinasi konsolidasi.

Pantauan di lapangan, eksistensi di wilayah terdampak sudah berjalan sesuai kearifan lokal.
Sedang bagi Destana Penyangga nampak ada yg sudah siap tertata terstruktur terpola, tetapi juga ada yg nampak belum siap / tidak siap, ada yg ala kadarnya contoh pembuatan bilik saja minta bantuan pihak luar.

Bermacam upaya sudah dilakukan BPBD Sleman dalam rangka Penanggulangan Bencana agar makin baik, salah satunya pembentukan Destana, namun dalam perjalanannya tergantung inisiatif dari Kalurahan masing – masing.

Melihat masih adanya kondisi Destana yg demikian, kiranya masih perlu adanya pendampingan ( jw dikaruhke ) dan evaluasi, sehingga semangat bangkit eksistensinya, dengan demikian bencana yg terjadi di wilayah Kalurahan dapat diatasinya sendiri sambil menunggu suplai bantuan dari luar jika diperlukan. Smoga