Gunung Merapi : Dampak Lamanya Status Siaga Terhadap Dunia Perbankan

CANGKRINGAN. Status Siaga gunung Merapi sudah berlangsung hampir 3 bulan, aktifitas warga di beberapa bidang dibatasi hingga dihentikan, hal ini berdampak pada dunia Perbankan.

Kususnya yg terjadi di wilayah Cangkringan, Sleman, DIY.
Setelah status Merapi dinaikkan dari Waspada ke Siaga, beberapa kegiatan yg berbau bisnis dibatasi bahkan harus dihentikan, hal ini dilakukan atas rekomendasi BPPTKG demi keamanan dan keselamatan.

Aktifitas tersebut meliputi pariwisata, penambangan, pertanian perkebunan, peternakan.

Beberapa obyek wisata ditutup juga penambangan material Merapi dihentikan ternak diungsikan, sehingga praktis pemasukan warga berkurang drastis.

Tidak sedikit warga yg beraktifitas di bidang tersebut memanfaatkan jasa Perbankan baik konvensional maupun syariah.
Dampaknya tak sedikit angsuran nunggak, nasabah kesulitan memenuhi kewajibannya.

Kata salah satu pegawai Bank Syariah di wilayah Cangkringan yg tak mau disebut, ” Status Siaga yg hampir 3 bulan berpengaruh di BMT kami, banyak nasabah kami yg angsurannya nunggak, begitu juga sedikit yg menabung, karena sebagian besar nasabah dari warga dari sana, harapan semoga Merapi cepat kembali normal sehingga ekonomi pulih kembali “.