Mengenang Dahsyatnya Erupsi Merapi 2010

CANGKRINGAN. Sepuluh tahun sudah erupsi Merapi yg dahsyat terjadi, dimulai dari tanggal 26 Oktober 2010 disusul letusan-letusan berikutnya bulan Nopember, hingga memakan banyak korban jiwa, termasuk sang Juru Kunci Merapi Fenomenal ” Mbah Marijan “.

Selama ini ( penulis 57 tahun ) bisa melihat merasakan dan mengalami begitu dahsyat, besar, mengerikan dan menakutkan letusan di 2010 silam.

Waktu itu sebelum terjadi letusan besar, sebelumnya didahului dengan getaran gempa seharian penuh yg menggetarkan kaca pintu jendela, suara gemuruh dirasa menyayat hati.

Waktu itu malem Kamis, dari jarak 15 KM nampak memerah di puncak Merapi warga masih tenang di rumah masing-masing kecuali radius 8 KM sudah mengungsi.

Kamis pagi gempa mulai terjadi sepanjang hari hanya sifatnya datar diikuti suara gemuruh, kemudian Kamis petang pas Adzan Magrib suara gemuruh tambah membesar.
Warga di selatan Merapi kususnya Cangkringan mulai panik, ada yg mulai kemas-kemas ada yg mulai lari menjauh, tetapi ada yg masih santai-santai saja.

Tepat tengah malam ( malam Jumat )
letusan besar terjadi, suara dentuman berkali-kali terdengar, warga kocar kacir pada lari menyelematkan diri, ada yg dengan mobil, sepeda motor, dg jalan kaki lari,

Petugas bersama relawan cepat sigap menghalau warga agar cepat pergi menjauh ke arah selatan, tetapi masih juga banyak warga yg tidak pergi dari rumahnya, tertidur pulas, mereka beranggapan jauh dengan Merapi akan aman, tetapi naas material panas merapi menghampiri rumah-rumah warga yg tak sempat pergi, sehingga mayat bergelimpangan, ratusan jiwa melayang ( semoga Husnul Khotimah ).

Sejarah mencatat erupsi Merapi 2010 sangat hebat, dahsyat, merusak meluluhlantakkan, mematikan mengerikan, maka ini menjadi pembelajaran kehati-hatian, kewaspadaan bagi kita warga yg hidup dekat dengan Merapi. Tidak berarti panik takut, tetapi kita harus tau tentang Merapi dan tau bagaimana harus bersikap.

Semoga peristiwa 2010 itu yg terakhir kalinya, Aamiin.