Marak Pemberitaan Tentang La Nina, Berikut Pembahasan Difinisi dan Dampaknya

LA NINA. Istilah yg beberapa hari belakangan santer di pemberitaan, baik medsos maupun media elektronik.

Seiring dengan memasuki musim penghujan, biasanya didahului dengan pancaroba, dimana sering terjadi cuaca ekstrim yg kadang menimbulkan bencana.

Rilis BMKG terbaru, memasuki pancaroba di akir tahun 2020 ini sudah terdeteksi kemunculan fenomena La Nina, yg bisa mendorong kejadian-kejadian yg merugikan.

Berikut Penjelasan BNKG tentang La Nina;
La Nina adalah peristiwa turunnya suhu air laut di Samudara Pasifik di bawah suhu rata-rata sekitarnya.

Penyebabnya adalah karena suhu permukaan laut pada bagian barat dan timur Pasifik lebih tinggi daripada biasanya. Hal ini menyebabkan tekanan udara pada ekuator Pasifik barat menurun, ini mendorong pembentukan awan berlebihan dan menyebabkan curah hujan tinggi di daerah Terdampak.

Diantara tanda La Nina adalah cuaca cenderung hangat dan lebih lambat, sifat kemaraunnya bersifat basah.

Dampak dari La Nina adalah bisa menimbulkan bencana Hidrometeorologi, yakni bencana yg ditimbulkan dari cuaca ekstrim, seperti hujan lebat dengan durasi panjang disertai petir dan angin kencang. Hal tersebut bisa menimbulkan tanah longsor, banjir, pohon roboh, laka petir dsb.

Antisipasi menghadapi La Nina, adalah dengan mitigasi sedini mungkin seperti pemangkasan pohon yg rawan roboh, SOP di daerah yg rawan longsor ( pemasangan WES ), kesiapan tim penanganan beserta peralatannya, sosialisasi ke warga.