Perbedaan Sikon Wilayah Yang Terpapar Covid Dengan Yang Bebas

BERBEDA antara Bencana Alam dan Non Alam, baik sifat wujud, cara penanganan, mitigasi, dampak resiko maupun sikap masyarakat dalam memahami dan menghadapinya.

Bencana alam, sebagai bencana yang nampak ujudnya, dapat dirasakan dan dilihat dampak resikonya, seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus dsb.
Sedangkan Non Alam, bencana yg kadang tak nampak, abstrak, dampak resiko bisa nyata bisa tidak, seperti wabah colera, DB dan sekarang yang sedang terjadi ( wabah Covid 19 ).

Cara masyarakat mensikapi bencana non alam inipun berbeda-beda, hal ini menjadikan situasi dan kondisi di wilayah yang terpapar dengan yang masih bebas juga berbeda.
Seperti sekarang ini, sikonnya berbeda :
1. Wilayah dusun yg warganya ada yg terinfeksi Corona ;
– Penjagaan keluar masuk kampung ketat.
– Posko Covid dusun rame aktifitas.
– Warga disiplin bermasker.
– Warga tidak berani berkerumun.
– Penyemprotan desinfektan sering dilakukan dan rutin.
– Sensitifitas antar warga nampak dipermukaan.
– Wilayah cenderung sepi.
– Warga luar enggan mendekat.
– Ketakutan, kepanikan warga tak dapat disembunyikan.
– Kesadaran warga akan bahayanya Covid tumbuh, karena mengalami sendiri.
– Kesibukan Tim Covid dusun nampak menggeliat.

2. Wilayah dusun yg belum atau tidak ada warganya yg terinfeksi Corona ;

– Penjagaan keluar masuk dusun longgar, bahkan ada yg sudah dijaga.
– Posko Covid dusun sepi, kadang malahan ada yg tidak ada Posko Covid.
-Sebagian wilayah Nampak kedisiplinan warga kurang, baik himbauan bermasker, jaga jarak, berkerumun.
– Nampak lalu lalang aktifitas warga, sehingga terkesan situasi normal normal saja.
– Pemahaman, sikap warga terhadap wabah Covid bermacam rupa, termasuk ada yg tak respon.
– Situasi kondisi cenderung biasa-biasa seperti sebelum ada wabah.
– Dsb.

Penanggulangan Bencana Non Alam kadang lebih sulit dan rumit, dibanding bencana alam, sehingga dimungkinkan lebih lama.