PANDEMI COVID-19 JUGA MEMBUAT DEPRESI MAHASISWA

Pandemi covid-19 ternyata juga dapat berakibat fatal bagi para mahasiswa yang belajar di Daerah Istimewa Yogyakarta utamanya mereka yang berdomisili di Sleman. Adalah Bob salah satu mahasiswa fak. Kehutanan dari Bengkulu selain tertunda skripsinya juga mengalami depresi karena selain mengalami pengunduran studi, orang tuanya yang pensiunan TNI yang menambah penghasilan menjadi sopir travel, dia juga merasa jenuh tinggal di kost sendiri karena ditinggal mudik oleh teman- temannya. Hal yang sama juga dialami oleh Bis dari Kalimantan Timur, BAG dari Banten, dan kawan-kawannya, mahasiswa dari Fisipol dari universitas swasta terkenal yang berlokasi di Babarsari, Sleman terancam dead line karena terhambat melakukan penelitian karena lokasi penelitian di luar kota juga tidak mudah mendapatkan referensi dari perpustakaan dan juga terkena peraturan dari perguruan tingginya. Tentunya hal ini perlu adanya kebijakan, dan pendampingan bagi mereka yang belajar di Yogyakarta harus pulang ke daerah asalnya pulang dengan tangan hampa.Beruntung ada perguruan tinggi tempat Bob kuliah masih sempat mengirim paket sembako untuk mahasiswanya secara berkala, cuma yang menjadi keluhan orang tuanya adalah keharusan membayar uang kuliah tetap dan tidak ada subsidi dari perguruan tinggi tempat dia menempuh studinya.Belum lagi dengan adanya Surat Edaran dari Kepala Daerah untuk anak kost yang studi di Yogya harus memenuhi standar protokol yang di berlakukan oleh pemerintah setempat secara berjenjang juga memunculkan masalah tersendiri bagi pendatang baru bila tanpa ada pendampingan dari induk semangnya. Semoga ada kebijakan yang memberikan pencerahan dan kenyamanan bagi mereka yang menimba ilmu di wilayah Sleman, baik dari pelayanan maksimal intern perguruan tinggi maupun dari pemerintah daerah melalui aparat yang berada di lini paling depan.