Wanita Pejuang di Tengah Pandemi

 

Pandemi Covid -19 boleh saja ada dan memaksa banyak orang kota yang dengan kepadatan penduduk yang luar biasa memaksa mereka untuk membatasi pergerakannya, bahkan membatasi diri untuk bekerja dirumah (work from home), belajar dari rumah (learning from home), atau bahkan belanja dari rumah atau belanja dari rumah dan barang akan datang sendiri dan ada kurir yang akan mengirimnya. Hal seperti tersebut diatas tidak berlaku bagi seorang ibu yang sudah berusia 84 tahun ini. Dialah bu Sugi Wiyono yang masih sanggup menghidupi dua ternak sapinya dengan mencari rumput yang cukup jauh jaraknya yaitu berkisar 2,5 km dari rumahnya dan masih mampu menggendong bagor berisi rumput kolonjono diatas punggung beratnya ternyata ketika penulis mencoba bahkan tidak kuat mengangkat rumput tersebut. Hal yang menarik dari ibu ini bukan rumputnya, tetapi semangat dan daya juang untuk mempertaruhkan hidupnya untuk rojo koyo (ternak sapi perah) yang dia pelihara dan diambil  susunya untuk disetor ke suatu koperasi. Hal ini bisa kita pakai sebagai bahan refleksi, bahwa daya juang tinggi untuk bertahan hidup berdampak pada kesehatan diri pula. Mungkin karena pergerakan ibu ini secara rutin jauh dari kerumunan dan berada di kawasan udara yang segar sehingga kesehatannya selalu terjaga. Salam Tangguh.

Foto : Bu Sugi Wiyono dari Kaliurang Timu