DAMPAK PANDEMIK COVID-19 PADA KEGIATAN BELAJAR DI SEKOLAH SLEMAN

Dengan adanya pandemik Corona (Covid-19) yang mulai merambah wilayah Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman dan jajarannya serasa tak pernah lelah memberikan informasi dan bahkan pendampingan kepada masyarakat.Dampak psikologis sangat dirasakan oleh banyak orangtua yang memiliki anak usia sekolah mulai dari kelompok usia PAUD, SD, SMP, SMA/SMK sampai perguruan tinggi. Sebagian besar sekolah swasta menggantikan model pembelajarannya dari model klasikal dalam bentuk kelas di gantikan dengan belajar secara online di rumah, dan gurunya pun tetap mempersiapkan dan menyampaikan materi secara kreatif lewat media online termasuk sistem penilaiannya seperti dilakukan oleh Sekolah Tiga Bahasa Budi Utama yang berlokasi di Mlati, Sleman Yogyakarta.Dari hasil pantauan hari ini sebagai contoh, TK Panti Dewi Berbah yang jumlah siswanya 91 anak hadir 63 anak orang tua bersikap waspada dan guru gurunya sudah menyiapkan materi bila anak diwajibkan belajar dirumah (BDR), SDN Karangmloko 2 dengan jumlah siswa 166 tidak masuk sekolah 46 siswa dengan keterangan 13 anak karena sakit,sedangkan yang 33 anak karena orang tuanya mengalami ketakutan. Selain itu sekolah juga secara intens memperkenalkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) salah satunya dengan memperkenalkan cuci tangan pakai sabun secara benar seperti halnya di SDN Sariharjo Ngaglik, Sleman. Semoga dengan adanya Instruksi Bupati Sleman  masyarakat semakin sadar menjaga kesehatannya dan mematuhi ketentuan yang sudah disarankan agar terhindar dan tidak terpapar Covid-19.Semoga pandemik segera berlalu, dan anak anakpun dapat tenang belajarnya.

 

Model PJJ,dan Gurupun sudah menerapkannya secara kreatif  di Sekolah Budi Utama, Mlati, Sleman.

Aktifitas sanitasi kelas oleh guru SDN Karangmloko 2,  Kecamatan Ngaglik, Sleman.