Bukit Bokoharjo Terdeksi ada Pergerakan Tanah

TRC BPBD Sleman saat melakukan asesment ke lokasi pergerakan tanah di bukit bokoharjo terlihat pathok pembatas tanah bergeser 1,5 meter (dok TRC BPBD Sleman)

Bokoharjo – Dampak dari hujan yang terjadi beberapa hari terakhir yang mengguyur wilayah prambanan menyebabkan pergeseran tanah di bukit Dusun Pleret RT 5 RW 10 Bokoharjo Prambanan. Pergerakan tanah ini di ketahui oleh pemilik rumah yang terdampak Bapak Hary Wardoyo setelah mengetahui tembok belakang dan depan rumah terdeksi retakan akibat desakan dari pergerakan tanah. Setelah di cek di bagian belakang rumah di ketahui pathok pembatas tanah yang di pasang pemilik berupa pipa besi ada pergeseran kurang lebih 1,5 meter. Di bagian lain di atas rumah yang terdapat jalan setapak berupa jalan cor blok juga mengalami pergeseran dan ambles sekitar 1 meter sehingga tidak dapat di lalui warga. Sedang untuk pemilik rumah Ibu Kaminem tembok belakang rumah pergerakan tanah sudah hampir menutup bagian tembok sekitar 1/2 meter di picu air hujan namun belum berdampak pada tembok. Menurut warga setempat sebenarnya pergerakan tanah sudah terdeksi musim hujan tahun 2019 namun baru di ketahui kamis, 20 Februari 2020 jam 20.00 setelah melihat ada keretakan pada tembok setelah di cek ternyata ada pergerakan pathok yang di pasang di belakang rumah. BPBD Sleman setelah mendapat laporan melakukan asesment ke lokasi untuk melihat kondisi pergerakan tanah yang ada di belakang rumah tersebut untuk sebagai bahan rekomendasi untuk antisipasi dampak yang lebih buruk lagi.Untuk saat ini penghuni terdampak pergeseran tanah tersebut belum mengungsi karena masih di rasa aman untuk di tempati.