Mahal Hujan , Nasib Peternak Lereng Merapi ” Sapi Makan Sapi “
CANGKRINGAN – LERENG MERAPI. Wilayah Sleman kususnya Cangkringan lereng merapi, sampai pertengahan Nopember 2019 ini masih minim terjadinya hujan, mahal hujan, tanaman – tanaman, pepohan dan rerumputan sebagian baru bersemi, dampaknya peternak kambing dan sapi kesulitan mencari pakan.
Warga yg biasa ambil pakan rumput di kebun atau lereng gunung, kemarau kali ini merasa kesulitan, sehingga harus beli pakan pabrikan atau tebas tanaman jagung muda di daerah bawah / hilir yg masih bisa ditanami.
Seperti yg dialami Pak Triyanto warga eks dusun Jambu yg sekarang tinggal di Huntap Batur, Kepuharjo, Cangkringan, beliau punya 6 ekor sapi, pakannya beli, baik centrat / polar atau beli dengan cara nebas tanaman jagung muda di daerah bawah, sehingga biaya pengeluaran sangat besar.
Peternak eks dusun Kaliadem, Kepuharjo, ternak lembu lebih dari 10 ekor, biaya untuk beli pakan harus keluarkan ekstra besar, tak pelak lagi dia harus jual satu ekor sapinya untuk beli pakan.

Foto sapi -sapi milik salah satu warga lereng merapi / Kepuharjo.
Kata pak Triyanto, ” Biasa mas, kalau kemarau berkepanjangab seperti saat ini, akirnya ” Sapi Makan Sapi “, artinya untuk beli pakan, harus jual sapi dulu, ya gimana lagi mas, daripada sapi yg lain pada kelaparan, kurus-kurus, kan makin rugi “.