Simulasi : 120 Siswa Diungsikan Ke SD Penyangga Karena Dampak Erupsi Merapi

TURI – SLEMAN. Sebanyak 120 siswa SD Muhammadiyah Girikerto, Turi diungsikan ke SD Muhammadiyah Mantaran sebagai desa Penyangga, karena erupsi merapi, begitu tema Simulasi Penanggulangan Bencana di SD M Girikerto Turi dalam lomba PSAB tingkat kabupaten Sleman.


Foto proses evakuasi siswa SD M Girikerto Turi.

Tidak kurang dari 200 orang ikut dalam lomba PSAB yg berlangsung tanggal 5 Nopember 2019 ini, meliputi Guru karyawan, siswa. Komite sekolah, Muspika Turi, UPT Yandik, Puskesmas, Kades Girikerto, Tim Destana, LPB Muhammadiyah Turi, MDMC Sleman, Sar Muslem dan SD Penyangga.

Lomba PSAB ini disimulasikan tentang proses PRB ketika terjadi erupsi Merapi, kebetulan SD tersebut masuk KRB ( Kawasan Rawan Bencana ). Proses diawali kenaikan status dari aktif normal sampai awas, apa yang harus dilakukan oleh warga sekolah dan sinergitas dengan pemangku giat kebencanaan lainnya.

Menurut Kepala Sekolah SD M Girikerto Nurul Mudlichatun S.Pd, ” Dengan adanya lomba ini, dapat meningkatkan kesadaran dan mitigasi bencana sejak dini bagi sekolah kami yg berada di Kawasan Rawan Bencana merapi “.

Sedang Rini Indarwati Tim Yuri BPBD Sleman, menyatakan ” Apresiasi yg tinggi kepada semua pihak dlm simulasi tsb, karena sudah terjalin kerja sama yg baik antara pihak sekolah dengan penyangga, Kelurahan, warga sekitar dan pegiat yg lain, sehingga jika terjadi bencana semuanya sudah siap dalam penanganannya “.

Sumaryanto SH Kades Girikerto berharap, ” Simulasi ini menjadikan pengalaman dan memiliki kesadaran dalam hal PRB serta meningkatkan Kesiapsiagaan “.