Merapi : Tumpukan Material Di Puncak Sedikit Potensi Banjir Makin Rendah

BANJIR LAHAR HUJAN, merupakan kejadian yang fenomenal, satu pihak merupakan kejadian yg tidak diharapkan karena bisa berpotensi menimbulkan bencana, tetapi ada beberapa yg mengambil manfaatnya dari banjir, karena nilai ekonomi dari sedimen / material Merapi yg terbawa.

Menurut kepala BPPTKG Jogja Hanik Humaida seperti di kutip dari Tribun Jogja menjelaskan, ” Bahwa potensi terjadinya banjir lahar hujan tahun 2019 ini diprediksi masih rendah karena tumpukan material di puncak masih sedikit, namun harus tetap juga diwaspadai terutama bagi yg melakukan aktifitas di sungai yg berhulu di merapi “.

Lebih jauh beliau katakan, ada tiga faktor pemicu terjadinya lahar hujan, yakni curah hujan, Jumlah material dan kelerengan, untuk material saat ini masih sedikit hanya berkisar 400 ribu meter kubik jauh jumlahnya dibanding di 2010 yg mencapai 130 juta meter kubik, kelerengan saat ini jika terlalu banyak penambangan bisa mengakibatkan kerusakan dan curah hujan yg belum tentu seberapa besarnya.

Masarakat diharapkan tetap mengikuti instruksi instansi terkait dan beraktifitas di radius 3 km dari Merapi.