Mengenal Program Hutan Untuk Anak (Children’s Forest Programme/CFP)

Foto: Shutter Stock

Jika kita kehilangan hutan tidak ada lagi tempat tinggal bagi binatang atau satwa liar. Perkampungan, ladang,bahkan kota terancam banjir. Tanah terbuka airnya akan menguap dan tanahnyapun akan menjadi tandus. Pernyataan atau ungkapan diatas sudah terbukti dan terjadi di negara kita, Indonesia. Banyak hal yang kita jumpai entah lewat media sosial digital dan media cetak selalu memberitakan adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi diimana mana. Kejadian luar biasa seperti di atas akan semakin mempercepat penggurunan yang berdampak lebih ekstrem berupa kemiskinan dan munculnya banyak penyakit yang bisa berdampak pada masyarakat secara luas.The Children’s Forest Program (program hutan untuk anak) adalah salah satu program edukasi pada anak agar sejak dini usia mulai mengenal dan mencintai hutan dengan ikut berperan serta membiasakan dan suka menanam pohon tanpa berpikir secara ekonomis dan memanennya kelak. Konsep ini diperkenalkan pada anak anak sekolah atau siapa saja yang peduli dan mencintai hutan karena ditujukan untuk penanaman pohon dan meningkatkan areal luas hutan, Karena luas hutan di dunia semakin sempit. Alasan yang unik lagi adalah penanaman pohon itu perlu, manusia dan makhluk hidup lainnya akan susah hidupnya. Dengan merefleksi, melihat rumah kita, ternyata sebagian besar menggunakan kayu termasuk perabot rumah tangga, dengan jumlah penduduk diatas 250 juta jiwa saja berapa luas area hutan yang dibabat oleh manusia Indonesia, belum lagi untuk pemenuhan kebutuhan membuat kertas, kebutuhan ekspor, terkurangi dari pembabatan hutan, kebakaran hutan dan lahan baik yang sengaja, maupun tidak. Program hutan untuk anak ini sangat bagus,dan sudah dikenalkan di berbagai sekolah di Yogyakarta mulai di Kecamatan Depok (SD Kanisius Sengkan), SD Muhammadiyah Pakem, SDN Rejosari Ngaglik, SDN Bronggang baru Cangkringan dan lainnya. Anak anak sekolah tidak hanya sekedar diajak menanam pohon, tetapi juga bagaimana caranya membuat kompos, daur ulang sampah plastik, mengenal bencana alam akibat ulah manusia misalnya banjir dan longsor, serta bencana kebakaran hutan dan kekeringan. Dengan prinsip walaupun kemampuan perorangan sangat kecil, namun bila semua bekerjasama, kita semua bisa membuat hutan yang lebih besar, semoga…

Sumber : Pohon Untuk Kesejahteraan, Himpunan Alumni OISCA Indonesia