REFLEKSI DI MUSIM KEMARAU PANJANG

Rekahan tanah di lahan sawah. (sumber google)

Kemarau panjang,musim kering kadang sering disebut dengan bencana kekeringan oleh sebagian besar masyarakat kita dan selalu diiringi dengan, sumber sumber air,sungai, embung embung mengering, kekurangan air, tanaman pangan mati, puso karena tiada ketersediaan air , kebakaran hutan (karhutla: dalam skala besar) di banyak kawasan atau wilayah.
Kejadian yang sama selalu seperti itu terus selalu terulang dan terjadi setiap tahun diikuti dengan semakin luasnya area yang mengalami kekeringan, keluhan masyarakat dengan ketiadaan air bersih sangat terasa khususnya di wilayah wilayah yang konservasi alamnya tidak terjaga dan terpelihara, sehingga kejadian kekeringan selalu diterjemahkan dengan bencana kekeringan.
Bijaksana memelihara alam,kebiasaan menanam pohon hendaknya tetap menjadi bagian budaya hidup kita untuk menghormati alam ciptaan Tuhan. Kebiasaan menebang pohon tanpa menanam adalah bagian dari penghancuran alam ciptaan Tuhan,sebaliknya kebiasaan menanam pohon dan memeliharanya adalah ikut melibatkan diri memelihara dan menghormati alam ciptaan Tuhan. Kelestarian Lingkunngan hidup tidak cukup hanya ditangani oleh pemerintah, tetapi peran serta dan kesadaran masyarakat justru memiliki peran sang utama lewat kebiasaan menanam pohon satu hari satu pohon, syukur penanaman juga dilakukan di area dekat sumber sumber air dengan jenis pohon tertentu (Preh, Beringin, Sukun) dan jenis pohon lainnya, Ayo biasakan menanam pohon untuk anak cucu kita, cukup satu hari satu pohon …