SELAYAKNYA BARRATAGA KARYA PUTRA SLEMAN DITERAPKAN DI INDONESIA

Prof. Sarwidi (sumber google)

Banyak orang yang sudah mengenal tokoh yang satu ini, selain sebagai Dosen Senior di Fakultas Teknik Sipil UII khususnya rekayasa bangunan tahan gempa, juga dikenal sebagai salah satu anggota Dewan Penasehat BNPB RI hingga sekarang. Dimana ada gempa disitu juga (lokasi) pasti dikunjungi dan dianalisis dampak akibat gempa terhadap dengan melihat konstruksi dan struktur bangunannya. Dari hasil kunjungan inilah kemudian temuan lapangan akan dianalisis yang kemudian bangunan jenis apa saja yang direkomendasikan untuk bisa dibangun kembali dengan jenis bangunan yang tahan gempa yang diproses dengan uji coba secara detail bersama tim. Dari hasil wawancara, barrataga berawal dari gempa 1998 di Blitar yang banyak dijumpai yang rusak juga ketika gempa di Banggai ternyata pola gempanya sama. Rata rata bangunan yang rusak adalah bangunan tembok, sederhana tetapai hampir 100% hancur. Ternyata rata – kekurangan berasal dari sisi teknis kurang baik, bangunan bagus, tembokan bagus tapi masih dijumpai kelemahan, dari kelemahan itulah disempurnakan agar menjadi bangunan yang berkualitas dan tahan gempa menjadi bangunan sederhana rakyat tahan gempa (barrataga).Barrataga sendiri sekarang sudah sampai seri ke IX (VF) yang mengikuti perkembangan teknologi kekinian.
Barrataga ini termasuk salah satu teknologi rekayasa bangunan tahan gempa sudah dipatentkan dan memiliki lisensi resmi dari pemerintah dengan bentuk bangunan yang minimalis modern.Secara arsitektural juga tidak ada permasalahan dengan konsep arsitekturanya yang bisa diaplikasikan/diterapkan di lapangan dibawah pengawasan para mandor terlatih. Barrataga juga sudah dikenal di China RRC, Korea,Jepang yang selalu panen gempa tetap menimba ilmu dan ingin mengenal Barrataga ini, Harapan yang bagus silahkan diadopsi khususnya Barrataga dalam rangka pengurangan resiko bencana (PRB) Proficiat Prof.Sarwidi semoga karyamu yang baik bisa diterapan di pelosok negeri.