MENGENANG SANG PENDONGENG GEOLOGI, BELAJAR MITIGASI BENCANA MELALUI DONGENG

Mengenang sang pendongeng geologi belajar mitigasi bencana ala Pakde Rovicky Dwi Putrohadi (pakar geologi) yang sekitar 2 (dua) minggu yang lalu meninggal dunia. Almarhum adalah seorang konsultan Muhammadiyah Disaster Management Center atau lebih dikenal (MDMC) yang juga pencerita geologi yang sangat enak didengar ketika beliau masih hidup melalui karya tulisan ilmiahnya di web blog sejak tahun 2008 tidak hanya terbatas dilingkungan keluarga, kampus, tetapi secara terbuka sering menyampaikan permasalahan geologi kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna baik bagi generasi milenial dan post milenial.Kegiatan tersebut dilaksanakan di gedung Pasca Sarjana Universitas Muhamadiyah Yogyakarta dengan peserta dari relawan MDMC, beberapa komunitas relawan peduli bencana, Kepala Pelaksana BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta.Hadir pula dalam acara tersebut Deputy Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Dr.Ir.Wisnu Widjaya,M.Sc. dan memberikan sambutannya terkait masalah bencana. Bencana itu muncul karena kesalahan dalam masalah mitigasi dan managemen bencana dimana didalamnya sebenarnya manusia bisa bersahabat dengan alam dengan sistem pengurangan resiko bencana itu sendiri.

Bahkan bencana itu sendiri bisa menjadi berkah bagi warga sekitar apabila dalam sistem manajemen mitigasi bencana yang tepat dan cepat,model pemetaan kawasan potensi kawasan rawan bencana bisa menjadi potensi obyek wisata yang bisa dijual dengan menyajikan peta kawasan yang aman bagi pengunjung atau tourist yang berkunjung ke kawasan tersebut yang sekarang mulai bisa diakses melalui telepon cerdas (android) atau smartphone lewat aplikasi inaRISK  yang bisa diunduh melalui playstore sehingga masyarakat semakin dipermudah untuk memperoleh informasi tentang peta bencana daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Harapannya dengan munculnya aplikasi model  inaRISK di smartphone masyarakat akan semakin dipermudah dalam melakukan mitigasi bencana secara mandiri. Acara diakhiri dengan refleksi dari mahasiswa geologi UGM,admin web blog cerita geologi UGM, sahabat dan kolega almarhum Pakdhe Rovicky menurut versinya masing masing.

Yogyakarta 16 Maret 2019