Kontroversi Rencana Pengerukan Sungai Gendol
BESALEN – GLAGAHARJO. Masyarakat terbelah menjadi 2, satu pihak menyetujui pengambilan / pengerukan material sungai gendol dan pihak satunya menentang mentah-mentah adanya pengerukan kembali dasar kali gendol.
Kontraktor / investor, berencana melakukan pengambilan / pengerukan material di alur sungai gendol, tepatnya barat dusun Besalen ke utara.
Beberapa waktu lalu, diadakan sosialisasi ke warga Desa Glagaharjo, diantaranya dusun Besalen dan Ngancar.
Masyarakat terpecah menjadi 2 pendapat, yg satu setuju dan satunya menolak mentah – mentah karena akan merusak lingkungan serta menghilangkan lapangan kerja ( pasir akan habis ).
Kata warga yg menolak, ” Alur sungai gendol dari dam Bakalan sampai Manggong, saat ini dasar sungai sudah dalam sekali, jadi kalau mau dikeruk lagi lebih dalam, apa itu nanti tidak merusak lingkungan, membuat jurang baru, mematikan mata air karena bisa terputus, lebih-lebih akan mematikan warga yg biasa nambang manual di situ, karena pasir habis “.
Relawan merapi yg tak mau dusebut namanya mengatakan, ” Pengerukan kalau jadi dilakukan itu namanya eksploitasi awur-awuran, akan dijadikan apa daerah ini, kekeringan tinggal tunggu waktu, maka bencana sosial lainnya akan rentan bermunculan “.
Relawan lainnya, ” Mohon kepada Instansi yg berwenang, agar memperhatikan hal tsb, kalau sekiranya akan merusak lingkungan mohon ditertibkan, jangan berdiam diri, kalau terjadi kekeringan dsb, kami rakyat kecil yg menanggung merasakan “.
Sampai saat ini, pengerukan belum berjalan, semoga saja tidak jadi dilakukan.
