” Berkacalah Pada Relawan “
RENUNGAN. Tidaklah berlebihan kalimat ini diucapkan dg segala kelebihan dan kekurangannya, walaupun sebagian besar dari mereka, tidak mau disebut dengan kalimat relawan.
Kita coba, sedikit kupas keberadaan dan giat mereka.
Mereka, satu atau banyak relawan, adalah sama dengan manusia pada umumnya, punya keluarga, anak, istri, pekerjaan dan tanggungan lainnya.
Mereka giat dan berkumpul di kebencanaan / kemanusiaan, mayoritas atas dasar kesadaran pribadi, panggilan jiwa.
Mereka terpuaskan, apabila yg ia tolong dapat diselamatkan.
Mereka giat, kadang tidak mengenal waktu, tempat, situasi dan kondisi.
Mereka giat, tidak memandang siapa yg dibantu, tak membeda – bedakan ( ekonomi, agama, dosial dll ).
Mereka giat, tidak mau mengambil hak orang lain, justru menjaga hak orang lain.
Solidaritas antar mereka sangat kuat, saling bantu, saling berkomunikasi dan saling menghormati.
Mereka dlm giat, mengutamakan kerja sama, kekompakan tidak egois dan individualis.
Sebagian besar dari mereka dalam giat, tidak pingin imbalan, tidak pingin dipuji, tidak serakah, melainkan berbagi.
Sebagian mereka, tidak pingin menampakkan diri di depan, bekerja tulus demi satu kata, kemanusiaan.
Sebagian dari mereka, giat berdasar kekuatan dan kemampuannya sendiri, tidak begitu tergantung uluran tangan orang lain.
Prinsip mereka, apa yg bisa saya perbuat dan bukan materi apa yg bisa saya dapat.
Moto mereka ” Lemah Teles “, Gusti Allah sing mbales.
Begitulah sepenggal sikap, prinsip giat yang ada di diri para relawan, tentunya hal tsb sangat mulia.
Mungkin dari mereka, bisa dijadikan rujukan / acuan yg lain dalam meniti kehidupan ini, dengan latar balakang yg berbeda’beda.
Sehingga dapat tercipta kehidupan yg wajar, apa adanya, tidak seperti sekarang ini, ada yg saling menjegal dan mencela, manipulasi dan korupsi meraja lela, mencerca dan memaki kok banyak disuka, dan sederetan sikap perilaku lain yg memuakkan.