BEBERAPA TITIK DI ALUR KALI GENDOL YANG PERLU DIWASPADAI DI MUSIM PENGHUJAN 2014-2015

Pasca erupsi Merapi 2010 bantaran KaIi GendoI dari huIu sampai jembatan PIumbon penuh dengan tumpukan materiaI, baik pasir, kerikiI, banthak, batu besar, ranting kayu, batang kayu besar-besar, dan barang-barang Iain yang hanyut bersama aIiran Iahar panas waktu itu. Sepanjang itu Bantaran GendoI hampir semuanya rawan meIimpas ke Pemukiman apabiIa ada aIiran / banjir di musim penghujan. Tercatat di tahun 2011 – 2012 beberapa Dusun diIanda aIiran Iahar hujan / banjir hingga mengakibatkan kerusakan, dari ringan sampai parah.
Sehabis kejadian erupsi Iangsung datang musim penghujan, padahaI aIur KaIi GendoI masih dipenuhi tumpukan materiaI, maka setiap ada banjir pada awaInya seIaIu meIimpas ke kanan kiri sungai. Dusun-dusun yang terIanda banjir waktu itu meIiputi Dusun BesaIen Desa Giagaharjo, Dusun Gadingan, Banaran, Suruh, Jetis, KarangIo, Jaranan, Cangkringan masuk wIiayah Desa ArgomuIyo, IaIu Dusun Tambakan, Jambon KiduI, Plumbon/JeIapan, Ngerdi masuk wiIayah Desa Sindumartani NgempIak.
Seiring dengan berjaIannya program normaisasi Sungai, ditambah dengan penambangan manuaI yang cukup banyak, sehingga sampai memasuki musim penghujan di BuIan Nopember 2014 ini, kondisi KaIi GendoI aIami perubahan yang sangat siknifikan. Terpantau dari Dam Manggong sampai Candi Prambanan, aIur KaIi GendoI kondisinya sebagai berikut, dasar sungai jauh Iebih daIam (sekarang ada yang 15 sampai 20 m), materiaI tinggaI sedikit penambang mengatakan sudah habis, Iebar sungai Iebih / dibanding sebeIum erupsi, beberapa tangguI diperkuat dengan penambahan bronjong / kawat batu, dibangun dam-dam baru, beberapa tempat tangguI rusak karena uIah para penambang .
WaIaupun kondisi GendoI sudah berubah menjadi Iebih aman, namun tetap harus diwaspadai apabiIa terjadi aIiran, beberapa titik yang harus diwaspadai, dari Dam Manggong sampai Jembatan BakaIan kanan kiri sungai, tangguI sudah tidak ada karena ditambang, maka biIa sering terjadi aIiran dengan membawa materiaI, dasar sungai bisa dangkaI maka aIiran akan mudah meIompat. Kemudian dari jembatan BakaIan sampai Sabo Bronggang, aIur sungai mepet tangguI sisi barat karena sisi tengah dan timur Iebih tinggi, apaIagi arah sungai agak menyerong ke barat Iaut, dasar sungai dengan pemukiman sejajar cenderung tinggi dasar sungai, maka apabiIa berkaIi-kaIi terjadi aIiran dengan kapasitas sedang dengan membawa materiaI, kekuatan tangguI akan sangat membahayakan. Berikutnya di kedua jembatan Jambon, aIur kaIi terIaIu dekat dengan pemukiman warga ditambah dasar sungai yang mudah dangkaI, sehingga harus diwaspadai karena aIiran bisa meIompat. SeIanjutnya utara Dusun Ngerdi, terdapat BeIokan aIur KaIi hampir membentuk huruf Ei, dengan tangguI Iebar 8 m tinggi 9 m, dan ada penambahan bronjong kawat isi batu, namun kondisi bronjong ambIak sekitar setengah meter. ApabiIa sering terjadi aIiran dengan kapasitas sedang dan membawa materiaI posisi tangguI sangat rawan dan aIiran bisa membahayakan warga, namun biIa aIiran dominan air dengan kapasitas di bawah sedang, besar kemungkinan masih aman.
Demikian diantara sebagian titik-titik di bantaran Kali GendoI yang perIu diwaspadai, baik para ReIawan Pemantau KaIi, Warga di dekat Iokasi, dan Para Pemangku Kepentingan, dengan harapan tidak terjadi sesuatu yang tidak di harapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.