PERSIAPAN – PERSIAPAN MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN 2014

Musim penghujan 2014 mundur dari kalender, hingga akir Oktober belum terjadi hujan yang siknifikan, hanya beberapa tempat terjadi hujan itupun Cuma sebentar. Sebelum memasuki musim penghujan perlu diadakan persiapan-persiapan antisipasi PRB, grouncek alur sungai, titik pantau bagi pemantau, tanggul, jembatan penyeberangan, alat komunikasi kebencanaan perlu di lakukan/ditinjau kembali.
Musim penghujan sebentar lagi tiba, tumpukan material Merapi masih cukup banyak, diprediksi hujan di Puncak Merapi ke depan tinggi, maka hal demikian bisa mengakibatkan timbulnya aliran lahar hujan / banjir yang membawa material. Banjir bisa berlangsung siang hari, bisa sore hari, bisa malam hari, sehingga perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan bencana / korban baik jiwa, harta atau aset lain.
Sudah banyak yang dilakukan oleh BPBD Kab. Sleman untuk mengantisipasi hal tersebut, misal Wajib Latih, Pelatihan-pelatihan, Gladi Kotor maupun Gladi Lapang, inventarisasi alur sungai kritis, tanggul kritis, dll. Kususnya Kali Gendol dan Opak ada beberapa catatan yang barangkali berguna bagi para pemangku kepentingan, para pemantau banjir, masarakat, sehingga selalu dalam kondisi waspada, dan tanggap. Hal tersebut diantaranya:
-Material di sekitar merapi, lereng sisi selatan masih cukup banyak.
-Pertigaan Gendol dan Opak, yang lebih dalam terpantau yang menuju ke Kali Gendol.
-Material di alur Kali Gendol dari barat Kendil sampai Kopeng masih cukup banyak.
-Aktifitas alat berat penambangan pasir saat ini yang di alur sungai paling utara berada di timur Banker Kepuharjo.
-Sedang Kali Opak Utara Tugu Ambruk.
-Kali Gendol dari Jembatan Bakalan ke utara kanan kiri Sungai tidak ada tanggul pengamannya.
-Di titik tanggul tertentu posisi tanggul rusak karena ditambang warga, kususnya Kali Gendol.
-Di beberapa Jembatan Penyeberangan baik Gendol maupun Opak, lampu penerangan ada yang rusak bahkan ada yang belum terpasang, ( Jembatan Karanglo belum terpasang, Jembatan Teplok, Jembatan Candi Morangan, Penyeberangan Gungan, dll ).
-Pos-pos Pantauan Lahar Hujan baik di Gendol maupun Opak tempat berteduh belum ada, sedangkan yang dulu sudah dibuat sekarang sudah rusak tidak layak teduh, hanya titik pantau Jembatan Polsek Bubrah dan Jembatan Geblok yang masih layak pakai.
-Titik Pantauan Lahar Hujan Opak dan Gendol, baik alur kali, kekuatan tanggul, kedalaman sungai, kelokan alur, kebanyakan sudah alami perubahan, sehingga para pemantau perlu kroscek kembali sebelum hujan tiba.
-Karakter masarakat mensikapi banjir berubah, sekarang bila ada banjir cenderung mendekat ingin melihat, sehingga perlu diantisipasi agar tidak justru menjadi kurban.
-Dan hal lain yang belum tertulis yang bisa ditemui di lapangan.
Hal-hal di atas ditemukan di lapangan, baik di grouncek langsung, informasi falid, komunikasi antar komunitas, sehingga harapan dapat sedikit menjadi masukan bagi yang membutuhkan info demi kepentingan PRB, yang pada akirnya akan bermanmaat bagi keselamatan, kenyamanan, warga masarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.