JENIS-JENIS TANAH LONGSOR SERTA PENANGGULANGAN BENCANA

Setelah terbentuknya kampung tanggap bencana di padukuhan Klumprit II desa Wukirharjo, Prambanan, sleman dalam pelatian tahap selanjutnya yang di hadiri 20 peserta pada hari selasa malam tanggal 20 Mei 2014 yang di sampaikan oleh Sandy Permadi dari Kkn UII Angkatan 48 Unit 26 tentang jenis-jenis tanah longsor seperti tanah longsor translasi, tanah longsor Rotasi, pergerakan Blok, runtuhan Batu, rayapan tanah serta aliran bahan rombakan. Gejala tanah longsor biasanya terjadi setelah hujan, munculnya mata air baru secara tiba-tiba, serta munculnya retakan-retakan dilereng yang sejajar dengan arah tebing. Disamping itu penyebab terjadinya tanah longsor yaitu hujan, lereng terjal, tanah yang kurang padat dan tebal, batuan yang kurang kuat, pengikisan/erosi, penggundulan hutan. Tanah longsor bisa dicegah dengan pembuatan terasiring, penanaman pohon di daerah perbukitan. Dalam penyelamatan korban tanah longsor yang harus diperhatikan yaitu kondisi medan, kondisi bencana, peralatan. Selain tanah longsor di jelaskan juga gejala angin puting beliung seperti sebelum terjadi hawa udara malam atau pagi terasa panas, terlihatnya tumbuh awan cumulus ( seperti bunga kol berlapis-lapis menjulang tinggi) sehingga awan tersebut akan menjadi hitam gelap, ini disebabkan karena udara panas dan dingin bertemu sehingga saling bentrok sehingga terbentuklah angin tersebut. Dalam paparan ini juga di tampilkan gambar terjadi nya gejala tanah longsor maupun angin puting beliung secara detail sehingga di harapkan peserta mengerti.

Ditulis oleh Triyanto

Sabtu, 24

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.