PENGUKUHAN 3 DESA TANGGUH BENCANA DAN SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA

Minggu 17 Mei 2014 bertempat di Balai Desa Sindumartani diadakan simulasi Penanggulangan Bencana sekaligus Pengukuhan 3 Desa sebagai Desa Tangguh Bencana. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Simulasi PRB, yang bertajuk “Simulasi Penanggulangan Banjir Lahar Hujan Sungai Gendol”.

Simulasi dilaksanakan mulai pukul 09.00 wib berakhir jam 11.00 wib, yang sehari sebelumnya diadakan gladi kotor.  Peserta 200 orang terdiri dari warga masyarakat di bantaran kali Gendol dan Opak masing masing dusun 10 orang, seluruh Pamong Desa Sindumartani, Puskesmas, Polsek Ngemplak, disamping Bp Kepala Pelaksana BPBD Propinsi, Bp Bupati Sleman, utusan DTB Desa Kepuharjo dan Wukirsari sebagai tamu undangan.

Sebelum simulasi dimulai terlebih dulu diadakan upacara dengan agenda sambutan-sambutan, arahan-arahan, Pengukuhan Desa Tangguh Bencana bagi 3 Desa yakni Desa Sindumartani, Ngemplak, Desa Kepuharjo dan Desa Wukirsari,  Cangkringan, dan pemberian bantuan secara simbolis kepada ke 3 Desa tersebut.

Dalam sambutannya  Bapak Bupati Sleman berpesan dan berharap, agar dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana ini akan semakin meningkatkan kesiapsiagaanya dalam melakukan PRB, sehingga dampak dari bencana dapat diminimalisir.

Tepat jam 09.00 WIB simulasi dimulai , dengan percaya diri para pelaku bertugas sesuai dengan peran masing-masing, dan jam 11.00 WIB simulasi berakir dengan sukses dan lancar.

Desa Sindumartani , Ngemplak, Sleman itu sendiri merupakan Desa yang berjarak dengan Gunung Merapi kurang dari 18 km, dan dilalui 2 sungai besar yang berhulu di Merapi, yakni sungai Gendol dan Opak. Di desa tersebut ada beberapa dusun yang terletak di kanan kiri Sungai Gendol yang rentan terhadap bencana lahar hujan maupun aliran lahar panas. Dusun tersebut adalah Dusun Jelapan ( Plumbon ),  Morangan,  Kalimanggis,  Tambakan,  Kayen ( Ngerdi ),  Kentingan,  Jambon Lor, Jambon Kidul,  Tempel, dan Pajangan.

Pada Erupsi Merapi 2010 lalu luncuran lahar panas sampai di sebelah timur Dusun Morangan, dan sebagian lahar panas masuk ke pemukiman penduduk yakni diDdusun Jelapan ( Plumbon ), hingga memakan kurban jiwa maupun hewan ternak, disamping rusaknya rumah-rumah warga.  Beberapa warga hingga sekarang pindah di huntap, karena pemukiman sebelumnya dinyatakan sebagai Daerah KRB.
Disamping itu ada beberapa dusun yang teraliri lahar hujan (banjir), disebabkan tanggul jebol dan aliran meluap, yaitu Dusun Jelapan (Plumbon ) dan Dusun Kayen ( Ngerdi ), Bokesan.

Berdasar pengalaman hal tersebut, Pemerintah Desa Sindumartani Ngemplak Sleman, bersama dengan Tokoh Masyarakat, Relawan dengan dibantu dan didampingi BPBD Kab. Sleman , membuat Perencanaan Penanganan Pengurangan Resiko Bencana sejak bulan April 2014. Kegiatan itu dimulai dengan  pertemuan-pertemuan dan Pelatihan PRB dengan pendampingan arahan bantuan dana dari BPBD Sleman.

 

IMG_4945

IMG_4963

IMG_4972

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.