November 2017

Dampak Longsor dan banjir diPrambanan

Prambanan – Dampak dari curah hujan yang cukup tinggi sejak hari senin, 27 November 2017 hingga rabu,29 November 2017  berakibat longsor dan banjir diprambanan,titik longsor terbanyak didesa gayamharjo terpantau 20 titik longsor yang tersebar didesa gayamharjo longsor,1 rumah dinding Rumah ukuran 3x 8 meter jebol milik bapak andreas wagimin padukuhan jali,Akses jalan dipadukuhan jali dan… Read more Dampak Longsor dan banjir diPrambanan

Talut Longsor Tergerus Air Hujan

Dampak hujan dengan intensitas sedang yang terjadi pada hari Jumat 17 November 2017 jam 15.00 wib mengakibatkan Talut di dusun Ngelosari Purwobinangun pakem Sleman sepanjang 20 meter lebar 4 meter ambrol.Talut yang berada di selatan dusun ngelosari tidak mampu menahan derasnya air hujan yang berasal dari dusun sehingga berdampak Talut Longsor cukup panjang .Setelah mendapat… Read more Talut Longsor Tergerus Air Hujan

Jogja Green School Lakukan Penebangan Pohon, Kerahkan 30 Personil

Sebagai upaya dalam mengantisipasi kejadian pohon tumbang hari ini sabtu, 11 November 2017 Jogja Green School yang beralamat di Dusun Jambon RT 04 Rw 22 Trihanggo Gamping Sleman melakukan pemangkasan dahan pohon- pohon yang berpotensi untuk tumbang disekitar lokasi sekolah. Pemangkasan pohon melibatkan 30 personil yang terdiri dari TRC BPBD Sleman,  komunitas Relawan JKM,  Komunitas… Read more Jogja Green School Lakukan Penebangan Pohon, Kerahkan 30 Personil

POHON BERINGIN TUK CIBEDUG SAYEGAN ROBOH

sleman@ Hujan disertai Angin kencang pada hari kamis, 9 November 2017 pada pukul 15.00 wib,mengakibatkan Pohon beringin tuk cibedug berdiameter sekitar 150cm roboh menimpa bangunan mushola dan tempat wudhu, di Dusun Mranggen Margodadi Sayegan Sleman.

Menurut juru kunci tuk cibedug, bapak Jumari (65 th), menuturkan cerita dari turun temurun, mata air ini keluar ketika Kanjeng Sunan wali Songo, Sunan Kalijaga berniat sholat di Mushola kecil itu dan tidak ada air, disitulah Sunan Kalijaga menancapkan tongkatnya, dan keluarlah mata air tersebut, dari dulu disitu ada mushola kecil yang sudah dipugar oleh Dinas Pariwisata, tutur beliau.

Proses Penanganan dilakukan pada hari Jum’at 10 November 2017. Mengingat setelah kejadian, kondisi petang, tempat sakral dan malam jum’at. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hingga berita ini diturunkan proses penanganan masih 25%.

Hujan disertai angin pada kamis, 9 November 2017, mengakibatkan lebih dari 20 pohon tumbang menimpa rumah dan melintang di jalan di 3 kelurahan Sayegan.